[ Silahkan simpan (save) halaman blog kami bila ingin dibaca lebih lanjut, Terimakasih ]
Klik-lah pada gambar untuk tampilan lebih jelas

Senin, 06 Juli 2020

PELET MAHABBAH bagaimana menangkalnya

(Video pembuatan pelet dan penangkalnya) 

CARA MENANGKAL ILMU SIHIR PELET 

1. Berusahalah selalu menjaga kesucian lahir dan bathin dengan jaga wudhlu dan dawamkan istighfar.

2. Jangan melewati pagi dan malam kecuali sudah membaca Alfatihah, albaqoroh 1-5, ayat kursy, Al-baqoroh 284-286,  Al Ikhlas 3x, Alfalaq 3 kali dan Annas 3X.

3.Jika diberi minum atau makanan jangan dimakan kecuali membaca Bismillaah dg bismillaah netrallah semua unsur sihir dan racunnya insyaAllaah.

4. Sebaiknya tidak pajang2 foto di medsos

5. Jika merasakan ada gangguan2 berunsur metafisik atau syetan segera baca perlindungan dengan membaca Taawudz atau al-falaq dan annas.

Ustadz Muh Zunaedi, Spd. I
_________________

Sabtu, 04 Juli 2020

Buhul Pendam


Banyak yg ngetag akun saya di kolom komentar tentang bungkusan yg disinyalir sebagai media sihir (pelet). Saya akan bahas sedikit ya soal BUHUL PENDAM (dalam bahasa Arab disebut As-Sihrul Madfun)... BUHUL PENDAM adalah sarana setan untuk melancarkan sihirnya kepada calon korban. Bentuknya bermacam-macam, ada yg menggunakan bangkai ayam yg dibungkus kain kafan, ulegan, batu bata yg diikat rambut/benang, kepala ikan yang dirajut benang dan dimasukkan kaleng, dll.. Diantara ciri korban sihir pendam adalah : 1.Sering mimpi kuburan dan kematian 2.Diteror kecemasan terhadap kematian siang dan malam 3.Sakit separuh tubuh 4.Kondisi psikologis goncang 5.Dada berdebar hebat dan kepala sakit terus menerus 6.Muncul berbagai halusinasi 7.Kaki tidak terasa jika menapak di tanah 8.Sering mencium bau busuk di skitarnya Solusi penanganan : 1.Masak ikan lele/salmon dengan cara direndam di air perasan lemon, bacakan ayat-ayat pembatal sihir (khususnya al-baqoroh 102 dan yunus 81-82) Kemudian dimasak sesuai selera. Campur bumbu kacang juga bagus. 2.Klo ngga suka ikan, bisa diganti dengan rutin minum teh pegagan.. inget diruqyah dulu sbelum diminum 3.Rutin membaca dan mentadabburi (merenungi) surat Al-Baqoroh, baca seluruhnya dari ayat 1-286 4.Karena sihir ini memunculkan rasa takut dan cemas, maka disarankan harus ada pendampingan dari keluarga serta motivasi yang tinggi dari orang2 di skitarnya 5.Rutinkan mandi dengan tumbukan 7 helai daun bidara yang sudah dibacakan ayat pembatal sihir 6.Tempelkan daun "dadap srep" yg sudah direndam air ruqyah (dengan bacaan ayat sakinah)di area tengkuk stiap stelah ashar 7.Sediakan beberapa aroma terapi, khususnya Lavender atau Misk putih utk ketenangan 8.Rutin berbekam setiap bulan 9.Direkomendasikan untuk mengkonsumsi Ajwa Sidr Gasimy dan Sehat Saraf Smoga Allah snantiasa melindungi kita dan keluarga kita dari kejahatan para tukang sihir terlaknat... aamiin Muhibbukum fillah Abu Musyaffa Muhammad Faizar _________________ Silahkan gabung & sharring seputar ruqyah Solo di WA Group "Ruqyah Syar'iyyah Solo" Klik: http://bit.ly/Terapi_Al-Quran2
_________________
Channel Youtube:
Klik:
>> Seputar ruqyah; hukum ruqyah, ruqyah mandiri dll

Selasa, 26 November 2019

REAKSI NABI DAN SAHABAT RASULULLAH KETIKA MELIHAT PENAMPAKAN

Berikut adalah beberapa kisah teladan para Nabi dan Sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihis Salam ketika mereka dipertemukan setan dalam golongan jin:

NABI IBRAHIM
Dari Ibnu Abbas, beliau bercerita "Ketika Ibrahim berhaji, tiba-tiba Iblis menampakkan diri di hadapan beliau di jumrah Aqobah. Lalu Ibrahim MELEMPAR Iblis itu dengan 7 batu, hingga iblis masuk ke tanah. kejadian itu berulang 3 kali. Ibnu Abbas berkata : “Itulah Ajaran agama ayah kalian, yakni melempar Jumroh" (HR. Ibnu Khuzaimah & hakim)

NABI MUHAMMAD
Di suatu malam Rasulullah shalat, lalu Jin Ifrit menampakkan diri, lalu beliau berdoa "Aku berlindung kepada Allah", setelah itu beliau MENCEKIKNYA (HR Bukhari & Muslim)

UMAR BIN KHATAB
Seorang pria keluar kemudian bertemu dengan jin, tiba-tiba jin itu berkata, "Bertarunglah melawanku !". Maka mereka berdua BERDUEL, dan akhirnya jin itu dapat dikalahkan. Seseorang bertanya siapakah gerangan pria itu ? dijawab "Siapa lagi kalau bukan Umar bin Khattab" (Riwayat Thabrani)

KHALID BIN WALID
Khalid bin Walid R.a ditugaskan Nabi untuk menghancurkan berhala Uzza. Lalu beliau pergi ke sebuah kampung dan menemukan bahwa Uzza adalah Setan perempuan telanjang berambut acak-acakan, Khalid lalu MENUSUKNYA dengan pedang (HR Abu dawud)

AMMAR BIN YASIR
Ammar bin Yasir R.a mengambil air di sumur, lalu Setan menampakkan diri. Beliau bergulat dengan Setan itu dan MENGHANTAM hidungnya dengan batu (Riwayat Baihaqi)

IBNU ZUBAIR
Ibnu Zubair R.a meriwayatkan bahwa ia melihat sesosok jin laki-laki tapi tingginya hanya sejengkal (sekitar 30 cm). Lalu Ibnu Zubair bertanya : “Makhluk apa kamu ?” lalu Makhluk itu menjawab : “Saya Izib”. Ibnu Zubair bertanya lagi : “Apa itu Izib ?” Makhluk itu menjawab : “Izib ya Izib !”. Lalu makhluk itu DIPENTUNG Ibnu Zubair dengan tongkat sampai makhluk itu lari terbirit-birit. (Al-Syibli dalam Ahkam al Jan)

IMAM MUJAHID
Sesosok Jin pernah muncul mengganggu di depan Imam Mujahid, lalu beliau MENGEJARNYA sampai Jin itu jatuh. Beliau berkata "Kalau kamu takut, mereka akan menguasaimu. Untuk itu bersikap keraslah" (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

-------------------------

“Sungguh, Setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah sebagai musuh” (QS. Fathir : 6)

Tapi Pesan Nabi "Jangan berharap ketemu musuh (nyari musuh), tapi kalau ketemu (diserang) musuh, jangan takut" (HR Bukhari)


Jumat, 13 Oktober 2017

PERCAYA PADA YANG GAIB


Pernah bermain ini sekedar tuk iseng?
Kita wajib mempercayai gaib, tapi tidak perlu percaya pada makhluk gaib.
______________________________________
Mempercayai hal-hal yang ghaib merupakan salah satu syarat dari benarnya keimanan. Allah berfirman:
“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur`an) yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum-mu. Serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (Al-Baqarah: 1-5)

Ghaib adalah segala sesuatu yang tersembunyi dan tidak terlihat oleh manusia, seperti surga, neraka dan apa yang ada di dalamnya, alam malaikat, hari akhir, alam langit dan yang lainnya yang tidak bisa diketahui manusia kecuali bila ada pemberitaan dari Allah I. (Lihat Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 1/53)

Alam jin dan wujud jin dalam bentuk asli seperti yang telah Allah I ciptakan adalah ghaib bagi kita. Namun golongan jin dapat berubah-ubah bentuk –dengan kekuasaan Allah I– dan amat mungkin bagi mereka melakukan penampakan, sehingga kita dapat melihatnya dalam wujud yang bukan aslinya. Allah I berfirman:
“Sesungguhnya ia (setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Al-A’raf: 27)

Dari Abu As-Sa`ib, maula Hisyam bin Zuhrah, beliau bercerita bahwa dirinya pernah berkunjung ke rumah Abu Sa’id Al-Khudri z, katanya: “Aku mendapatinya tengah mengerjakan shalat, akupun duduk menunggunya hingga beliau selesai. Tiba-tiba aku mendengar adanya gerakan pada bejana tempat minum yang ada di pojok rumah. Aku menoleh ke arahnya dan ternya-ta ada seekor ular. Aku segera meloncat untuk membunuhnya, namun Abu Sa’id memberi isyarat kepadaku agar aku duduk. Ketika ia selesai dari shalatnya, ia menunjuk ke sebuah rumah yang ada di kampung itu sambil berkata: ‘Apakah engkau lihat rumah itu?’ ‘Ya,’ jawabku. Ia kemudian menutur-kan, ‘Dahulu yang tinggal di rumah itu adalah seorang pemuda yang baru saja menjadi pengantin. Kala itu kami berangkat bersama Rasulullah n ke Khandaq dan pemuda itupun ikut bersama kami. Saat tengah hari, pemuda itu meminta izin kepada Rasulullah n untuk pulang menemui istrinya. Rasulullah n mengizinkannya sambil berpesan: ‘Bawalah senjatamu karena aku khawatir engkau bertemu dengan orang-orang dari Bani Quraidhah.’ Pemuda itu mengambil senjatanya, kemudian pulang menemui istrinya. Setibanya di rumah, ternyata istrinya sedang berdiri di antara dua daun pintu. Ia mengarahkan tombaknya kepada istrinya untuk melukainya karena merasa cemburu karena istrinya berada di luar rumah. Istrinya berkata kepadanya: “Tahan dulu tombakmu, dan masuklah ke dalam rumah sehingga engkau akan tahu apa yang menyebabkan aku sampai keluar rumah!”
Pemuda itu masuk, dan ternyata terdapat seekor ular besar yang melingkar di atas tempat tidur. Pemuda itu lantas menghunuskan tombaknya dan menusuk-kannya pada ular tersebut. Setelah itu, ia keluar dan menancapkan tombaknya di dinding rumah. Ular itu (yang belum mati, red.) menyerangnya dan terjadilah pergumulan dengan ular tersebut. Tidak diketahui secara pasti mana di antara keduanya yang lebih dahulu mati, ular atau pemuda itu.’

Abu Sa’id z melanjutkan ceritanya: ‘Kami menghadap Rasulullah n dan melaporkan kejadian itu kepadanya dan kami sampaikan kepada beliau: ‘Mohonlah kepada Allah agar menghidupkannya demi kebahagiaan kami.’ Beliau menjawab: ‘Mohonlah ampun untuk shahabat kalian itu!’
Selanjutnya beliau bersabda: ‘Sesung-guhnya di Madinah terdapat golongan jin yang telah masuk Islam, maka jika kalian melihat sebagian mereka –dalam wujud ular– berilah peringatan tiga hari. Dan apabila masih terlihat olehmu setelah itu, bunuhlah ia, karena sebenarnya dia adalah setan.” (HR. Muslim no. 2236 dan 139 dari Abu Sa`ib, maula Hisyam bin Zuhrah)1

Para Rasul Tidak Mengetahui yang Ghaib
Telah disebutkan sebelumnya bahwa sekumpulan jin datang kepada Nabi n, kemudian mendengarkan bacaan Al-Qur`an. Ketika itu Nabi n tidak mengetahui kehadiran mereka kecuali setelah sebuah pohon memberitahunya –dan Allah I Maha Kuasa untuk menjadikan pohon dapat berbicara– seperti yang disebutkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari shahabat Ibnu Mas’ud z. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak mengetahui perkara ghaib kecuali yang telah Allah I kabarkan. (Nashihati li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Allah berfirman:
“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepada-mu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.’ Katakanlah: ‘Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?’ Maka apakah kamu tidak memikirkannya?” (Al-An’am: 50)

Allah juga berfirman:
“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

Para Malaikat Tidak Mengetahui yang Ghaib
Kendatipun para malaikat adalah mahluk yang dekat di sisi Allah I, namun untuk urusan ghaib ternyata mereka pun tidak mengetahuinya. Allah I berfirman saat pertama kali hendak menciptakan manusia:
“Dan ingatlah ketika Rabbmu berfir-man kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui.’ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’ Mereka menja-wab: ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana’.” (Al-Baqarah: 30-32)

Kaum Jin Tidak Mengetahui yang Ghaib
Banyak sekali orang yang tertipu dan keliru kemudian mengira jika bangsa jin mengetahui yang ghaib, terutama bagi mereka yang terjun dalam kancah sihir dan perdukunan. Akibatnya, kepercayaan dan ketergantungan mereka terhadap jin sangatlah besar sehingga menggiring mereka kepada kekufuran.
Padahal Allah I dengan tegas telah mementahkan anggapan ini dalam firman-Nya:
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menun-jukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (Saba`: 14)

Manusia Tidak Dapat Mengetahui Alam Ghaib
Jika para rasul yang merupakan utusan Allah I dalam menyampaikan syariat-Nya kepada manusia tidak mengetahui hal yang ghaib sedikitpun, maka sudah tentu manusia secara umum tidak ada yang dapat mengetahui alam ghaib atau menjangkau batasan-batasannya. Allah I hanya memerintahkan agar mengimani perkara yang ghaib dengan keimanan yang benar.
Keyakinan seperti ini agaknya sudah mulai membias. Apalagi saat ini banyak sekali orang yang menampilkan dirinya sebagai narasumber untuk urusan-urusan yang ghaib, mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan masa depan seseorang, dari mulai jodoh, karir, bisnis, atau yang lainnya.
Kata ‘dukun’ barangkali sekarang ini jarang didengar dan bahkan serta merta mereka akan menolak bila dikatakan dukun. Dalihnya, apalagi kalau bukan seputar “Kami tidak meminta syarat-syarat apapun kepada anda”, “Kami tidak menyuruh memotong ayam putih”, dan sebagainya. Padahal praktek seperti itu adalah praktek dukun juga. Bedanya, dukun sekarang ini berpendidikan sehingga bahasa yang digunakannya pun bahasa-bahasa ilmiah, sehingga mereka jelas enggan disebut dukun.
Tak ada seorang pun yang dapat melihat dan mengetahui perkara ghaib, menentukan ini dan itu terhadap sesuatu yang belum dan akan terjadi di masa datang. Jika toh bisa, itu semata-mata bantuan dan tipuan dari setan, sehingga dusta bila itu dihasilkan dari latihan dan olah jiwa.

Allah I berfirman:
“Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terha-dap mereka lalu mereka mengikutinya, kecu-ali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan Iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang hal itu. Dan Rabbmu Maha Memelihara segala sesuatu.” (Saba`: 20-21)

Ada pula sebagian manusia yang memiliki aqidah rusak, di mana mereka meyakini adanya sebagian orang yang keberadaannya ghaib dari pandangan manusia, dan biasanya identik dengan orang-orang yang dianggap telah suci jiwanya. Mereka mengistilahkannya dengan roh suci atau rijalul ghaib.

Ketahuilah bahwa tidak ada istilah manusia ghaib. Tidak ada pula istilah rijalul ghaib di tengah-tengah manusia. Rijalul ghaib itu tiada lain adalah jin. Allah I berfirman:
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlin-dungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6) (Lihat Qa’idah ‘Azhimah, hal. 152)

Alam ghaib tetaplah ghaib, sesuatu yang tidak bisa diketahui dan dilihat manusia kecuali apa yang telah Allah I beritakan.
Allah I berfirman:
“(Dia adalah) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (Al-Jin: 26-27)

Kunci-kunci Ghaib adalah Milik Allah I Semata
Sesungguhnya tak ada seorangpun yang mengetahui perkara ghaib dan hal-hal yang berhubungan dengannya, kecuali Allah I. Dan Allah I telah banyak menegaskan hal ini dalam Al-Qur`an. Allah I berfirman:
“Katakanlah: ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (An-Naml: 65)

Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Luqman: 34)

Allah juga berfirman:
“Yang demikian itu ialah Rabb Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (As-Sajdah: 6)

Dalam ayat lainnya:
“Allah berfirman: ‘Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?’.” (Al-Baqarah: 33)

Banyak sekali dalil-dalil yang berhu-bungan dengan masalah ini. Namun mungkin yang disebutkan di sini, sudah dapat mewakili bahwa Allah I-lah yang mengetahui hal ihwal alam ghaib. Sedang-kan manusia, tak ada yang bisa mengetahui dan melihatnya kecuali apa-apa yang telah Allah I kuasakan.

Mudah-mudahan semua uraian-uraian di atas bermanfaat bagi kita semua. Amin yaa Mujiibas sa`iliin.
Wal ’ilmu ‘indallah.

[ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf]

RUQYAH UNTUK LEMAH DAN KURUS

Allah memberi kesempatan silaturahim ke tetangga yang sedang diberikan ujian sakit menahun. Sudah menempuh jalur medis namun tidak ditemukan penyakit didalam tubuh. Tubuh semakin lemas & kurus.

Indikasi awal, beberapa anggota keluarga pernah mendapatkan ujian serupa (kemungkinan jin turunan). Dan pernah sekedar iseng melakukan ritual membuka mata batin; dapat menerawang, dapat mengobati dll.
Ruqyahpun dilaksanakan. Ini adalah hari-hari awal memperkenalkan ruqyah ke tetangga. Beberapa menit dibacakan ayat Al Qur'an langsung menjerit. Jeritannya membuat adik-adik yang asik main bola pada bubar, tamu di warung jadi mendekat, pak lurah yang tengah mengontrol sawahpun ikut melihat....

Ruqyah selesai dengan ucapan syahadat dari jin. Dan rencana dilanjutkan ba'da Isya.
Informasi diperkampungan cepat sekali menyebar. Sebelum ruqyah dimulai lagi, bapak-bapak se-RT juga datang menjenguk sambil melihat proses ruqyah. Video ini merupakan proses ruqyah ba'da Isya.
Alhamdulillah, setelah di ruqyah, mulut yang tadinya sulit bicara normal atas izin Allah kembali normal.. ..
Di akhir diskusi, ada yang bertanya "kapan diadakan pelatihan ruqyah..?"

Selama ini bingung bagaimana cara memperkenalkan ruqyah ke tetangga, namun Allah mudahkan jalannya melalui jalur yang tidak diduga-duga. Semoga dakwah tauhid ini dapat lebih dikenal masyarakat luas.

VIDEO RUQYAH LEMAH DAN KURUS


Selasa, 12 September 2017

PENGERTIAN DAN TATA CARA RUQYAH


Pengertian Ruqyah
Ruqyah atau Rukyah (Arab: رقية; Inggris: exorcism) adalah metode penyembuhan dengan cara membacakan sesuatu pada orang yang sakit akibat dari ‘ain (mata hasad), sengatan hewan,[1] bisa,[2][3] sihir,[4] rasa sakit,[5] gila, kerasukan dan gangguan jin.[6][7]

DEFINISI RUQYAH
Pengertian ruqyah secara terminologi adalah al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya.[8] Ruqyah terkadang disebut pula dengan ‘azimah (azimat). Fairuz Abadi berkata: “Yang dimaksud ‘azimah-‘azimah adalah ruqyah-ruqyah. Sedangkan ruqyah yaitu ayat-ayat Al-Qur`an yang dibacakan terhadap orang-orang yang terkena berbagai penyakit dengan mengharap kesembuhan.”[9]

Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur`an dan as-sunnah.[10]


PEMBAGIAN RUQYAH
Dalam syariat Islam dikenal dua macam ruqyah, yaitu ruqyah syar'iyah dan ruqyah syirkiyah. Ruqyah syariyah yaitu ruqyah yang benar menurut syariat Islam diantaranya dengan cara membacakan ayat Al-Qur'an,[11][12] sebagaimana di antara nama surat Al-Fatihah adalah Ar-Ruqyah, meminta perlindungan kepada Allah, zikir dan doa dengan maksud menyembuhkan sakit.[13] Sedangkan Ruqyah Syirkiyah adalah yang biasa dipraktikkan para dukun. Ruqyah di kalangan para dukun dikenal dengan istilah jampi-jampi atau mantra.

BATASAN RUQYAH
Ruqyah yang syar’i memiliki beberapa ketentuannya tertentu. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut maka ruqyah tersebut tidak syar'i, yakni serupa dengan jampi-jampi yang dilakukan oleh para dukun. Kriteria ruqyah yang syar’i (yang sesuai syariat Islam) dijelaskan berikut ini:
-  Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an, do’a yang syar’i atau yang tidak bertentangan dengan do’a yang dituntunkan.
-  Menggunakan bahasa Arab kecuali jika tidak mampu menggunakannya.
-  Tidak bergantung pada ruqyah karena ruqyah hanyalah sebab yang dapat berpengaruh atau tidak.
-  Isi ruqyah jelas maknanya.
-  Tidak mengandung do’a atau permintaan kepada selain Allah (semisal kepada malaikat, jin, atau makhluk lainnya).
-  Tidak mengandung ungkapan yang diharamkan, seperti celaan.
-  Tidak menyaratkan orang yang diruqyah mesti dalam kondisi yang aneh seperti harus dalam keadaan junub, harus berada di kuburan, atau mesti dalam keadaan bernajis.[14].

Sebagaimana dinukil dari "Fathul Majid", Imam As-Suyuthi berkata, “Ruqyah itu dibolehkan jika memenuhi tiga syarat: Bacaan ruqyah dengan menggunakan ayat Al Qur’an atau nama dan sifat Allah. Menggunakan bahasa Arab atau kalimat yang mempunyai makna (diketahui artinya). Harus yakin bahwa ruqyah dapat berpengaruh dengan izin Allah, bukan dari zat ruqyah itu sendiri.”

Dari kriteria-kriteria di atas dijadikan tolak ukur untuk dapat mengkategorikan mana praktik ruqyah yang benar dan mana yang menyimpang. Jika si pelaku menggunakan mantera-mantera yang tidak jelas maknanya, menggunakan do’a yang tidak dipahami, atau menyembuhkan dengan jalan memindahkan penyakit yang diderita ke hewan, maka hal seperti ini dikategorikan sebagai tindak perdukunan. Lebih terlarang lagi apabila di dalamnya menggunakan jampi-jampi yang jelas-jelas mengandung kesyirikan, meminta tolong pada jin, atau meminta agar kita menyembelih hewan tertentu untuk jin. Yang seperti ini jelas syirik. Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa dia mendengar rasulullah S.A.W bersabda,

“ إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
“Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan pelet adalah syirik.” [15]

Hadits ini menunjukkan akan adanya jampi-jampi atau mantra-mantra yang mengandung kesyirikan.
_________________________________

DAFTAR RUJUKAN
1. "Dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat rasulullah S.A.W dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al Fatihah, pembesar tersebut pun sembuh. (Hadits riwayat Bukhari no. 5736 dan Muslim no. 2201)

2. Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa: “Nabi S.A.W mengizinkan ruqyah dari sengatan semua hewan berbisa.” (Hadits riwayat. Al-Bukhari no. 5741 dan Muslim no. 2196).

3. Dari Jabir dia berkata: “Rasulullah S.A.W pernah melarang melakukan ruqyah. Lalu datang keluarga ‘Amru bin Hazm kepada dia seraya berkata; ‘Ya Rasulullah! Kami mempunyai cara ruqyah untuk gigitan kalajengking. Tetapi anda melarang melakukan ruqyah. Bagaimana itu? ‘ Lalu mereka peragakan cara ruqyah mereka di hadapan dia. Maka dia bersabda: ‘Ini tidak apa-apa. Barangsiapa di antara kalian yang bisa memberi manfaat kepada saudaranya maka hendaklah dia melakukannya.” (Hadits riwayat Muslim no. 4078).

4. a b Ibnu Hajar Al Asqalani menyatakan bahawa; “Yang dimaksudkan dengan ‘Al-Muawwizat’ adalah surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.” (Fathul Bari 9/62).

5. Dipenghujung kehidupan rasulullah S.A.W dia dalam keadaan sakit. Dia meruqyah dirinya dengan membaca Al-Mu’awwidzat, ketika sakitnya semakin parah, maka Aisyah yang membacakan ruqyah dengan Al-Mu’awwidzat tersebut. (Hadits riwayat Al Bukhari no. 4085 dan Muslim no. 2195).

6. Dari Abu Said bahwa rasulullah S.A.W dahulu senantiasa berlindung dari pengaruh mata jin dan manusia, ketika turun dua surat tersebut, Dia mengganti dengan keduanya dan meninggalkan yang lainnya” (Hadits riwayat At-Tirmidzi).

7. Hadits riwayat At Tirmidzi no. 1984, dari shahabat Abu Sa’id.

8. An-Nihayah fi Gharibil Hadits karya Ibnul Atsir 3/254.

9. Al-Qamus Al-Muhith pada materi AZM

10. Ar-Ruqa wa Ahkamuha oleh Salim Al-Jaza`iri; karya Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh, hal. 4-5

11. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Fushilat: 44. "...Katakanlah: "Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin...." http://quran.com/41/44

12. Juga pada Surah Al-Isra': 82, "...dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." http://quran.com/17/82

13. http://www.assimalhakeem.net/node/5883

14. Fatawal ‘Ulama fii ‘Ilaajus Sihr wal Mass wal ‘Ain wal Jaan, hal. 310

15. Hadits riwayat Abu Daud no. 3883, Ibnu Majah no. 3530 dan Ahmad 1: 381



TATA CARA RUQYAH YANG BENAR
Ruqyah bukan pengobatan alternatif. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya”. [1]

Karena demikian pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui tata cara yang benar, agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari kaidah syar’i.

Tata cara meruqyah adalah sebagai berikut:

1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah.

2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.

3. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.

4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.

5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.

6. Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat.

7. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Masalah ini, menurut Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. ‘Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. (HR Muslim, kitab As Salam, 14/182). Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi, tatkala ia meruqyah seseorang yang gila, ia mengatakan: “Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari, pagi dan sore. Setiap kali aku menyelesaikannya, aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan. Dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. [HR Abu Dawud, 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani, 17/184].

8. Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun. Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُوْا الزَيْتَ وَ ادَّهِنُوا بِهِ فَإنَهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة

“Makanlah minyak zaitun , dan olesi tubuh dengannya. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”.[2]

9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah, ia berkata: “Rasulullah, tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan, Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…”. [HR Muslim, Syarah An Nawawi (14/180].

Imam An Nawawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. Banyak riwayat yang shahih tentang itu yang telah aku himpun dalam kitab Al Adzkar”. Dan menurut Syaikh Al ‘Utsaimin berkata, tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan memegangi telapak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya, (maka) tidak ada dasarnya sama sekali.

10. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan بِسْمِ الله (Bismillah, 3 kali).

أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”.[3]

Dalam riwayat lain disebutkan “Dalam setiap usapan”. Doa tersebut diulangi sampai tujuh kali.
Atau membaca :

بِسْمِ الله أعُوذُ بِعزَِّةِ الله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ مِنْ وَجْعِيْ هَذَا

“Aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini”.[4]

Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah si sakit dengan keduanya.[5]

11. Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan misalnya, maka dibacakan pada tempat tersebut. Disebutkan dalam hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi dari ibunya, Ummu Jamil binti Al Jalal, ia berkata: Aku datang bersamamu dari Habasyah. Tatkala engkau telah sampai di Madinah semalam atau dua malam, aku hendak memasak untukmu, tetapi kayu bakar habis. Aku pun keluar untuk mencarinya. Kemudian bejana tersentuh tanganku dan berguling menimpa lenganmu. Maka aku membawamu ke hadapan Nabi. Aku berkata: “Kupertaruhkan engkau dengan ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, ini Muhammad bin Hathib”. Beliau meludah di mulutmu dan mengusap kepalamu serta mendoakanmu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih meludahi kedua tanganmu seraya membaca doa:

أَذْهِبْ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Hilangkan penyakit ini wahai Penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu, obat yang tidak meninggalkan penyakit”[6].

Dia (Ummu Jamil) berkata: “Tidaklah aku berdiri bersamamu dari sisi Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali tanganmu telah sembuh”.

12. Apabila penyakit berada di sekujur badan, atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘laihi wa sallam meruqyah orang yang mengeluhkan rasa sakit. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah, dari Ubay bin K’ab , ia berkata: “Dia bergegas untuk membawanya dan mendudukkannya di hadapan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa salla,m . Maka aku mendengar Beliau membentenginya (ta’widz) dengan surat Al Fatihah”.[7]

Apakah ruqyah hanya berlaku untuk penyakit-penyakit yang disebutkan dalam nash atau penyakit secara umum? Dalam hadits-hadits yang membicarakan terapi ruqyah, penyakit yang disinggung adalah pengaruh mata yang jahat (‘ain), penyebaran bisa racun (humah) dan penyakit namlah (humah). Berkaitan dengan masalah ini, Imam An Nawawi berkata dalam Syarah Shahih Muslim: “Maksudnya, ruqyah bukan berarti hanya dibolehkan pada tiga penyakit tersebut. Namun maksudnya bahwa Beliau ditanya tentang tiga hal itu, dan Beliau membolehkannya. Andai ditanya tentang yang lain, maka akan mengizinkannya pula. Sebab Beliau sudah memberi isyarat buat selain mereka, dan Beliau pun pernah meruqyah untuk selain tiga keluhan tadi”. (Shahih Muslim, 14/185, kitab As Salam, bab Istihbab Ar Ruqyah Minal ‘Ain Wan Namlah).

Demikian sekilas cara ruqyah. Mudah-mudahan bermanfaat. (Red).

Footnote
[1]. Dinukil dari Kaifa Tu’aliju Maridhaka Bi Ar Ruqyah Asy Syar’iyyah, hlm. 41.
[2]. Hadits hasan, Shahihul Jami’ (2/4498).
[3]. HR Muslim, kitab As Salam (14/189).
[4]. Shahihul Jami’, no. 346.
[5]. Fathul Bari (21/323). Cara ini dikatakan oleh Az Zuhri merupakan cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam meniup.
[6]. Al Fathu Ar Rabbani (17/182) dan Mawaridu Azh Zham-an, no. 1415-1416.
[7]. Al Fathu Ar Rabbani (17/183).
[8]. Namlah adalah luka-luka yang menjalar di sisi badan dan anggota tubuh lainnya

Senin, 11 September 2017

KHASIAT DAUN BIDARA UNTUK GANGGUAN JIN

KHASIAT DAUN BIDARA UNTUK GANGUAN JIN

Mengobati Gangguan Sihir dengan daun bidara
Dalil bahawa Daun Bidara beserta Rukyah mengubati Sihir:
Ibnu Katsir dalam huraiannya apabila menafsirkan Surah Al Baqarah Ayat 102 berkaitan Syaitan yang memfitnah Nabi Allah Sulaiman bahawa baginda menggunakan Sihir bukan Mukjizat meriwayatkan bahwa yang paling bermanfaat dalam menghilangkan pengaruh sihir adalah dengan menggunakan apa yang diturunkan Allah s.w.t. kepada RasulNya untuk menghilangkan hal itu yaitu membaca al-muawwidzatian (al-Falaq dan an-Nas) dan Ayat Kursi kerana ayat-ayat itu dapat mengusir syaitan.:
Al Qurtubi menceritakan daripada Wahab untuk mengubati Sihir: “ Diambil 7 helai daun bidara ditumbuk halus lalu dicampurkan air dan dibacakan Ayat Kursi dan diberi minum pada orang yang terkena sihir tiga kali teguk dan baki airnya diguna untuk mandi ,Insya Allah akan hilang sihirnya”. “Dan diutamakan membaca Qul A’uzubil Falak ,Qul A’uzubirabinnas juga ditambah Ayat Kursi kerana ayat-ayat itu dapat mengusir Syaitan.”
( Tafsir Ibn Katsir Jilid Satu Terjemahan Singkat Halaman 171)
( Tafsirul QuranilAzim Juz: 1 halaman 372 )



Berikut ini beberapa khasiat atau manfaat daun bidara:
1. Daun Bidara Dan Memandikan Jenazah
Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”
(H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131).

2. Daun Bidara dan Wanita Haidh
‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

3. Daun Bidara Dan Ruqyah
Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).

Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daaun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.

Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin_Nya,Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.

4. Daun Bidara Untuk Makanan atau Minuman
Buah bidara dari kultivar unggul dapat dimakan dalam keadaan segar, atau diperas menjadi minuman penyegar, juga dikeringawetkan, atau dibuat manisan. Di Asia Tenggara, buah yang belum matang dimakan bergaram. Pernah dilaporkan bahwa buah bidara juga direbus dan menghasilkan sirop.
Di Indonesia, daun mudanya diolah sebagai sayuran; daun-daunnya dapat pula dijadikan pakan. Di India, pohon bidara merupakan salah satu dari beberapa jenis tanaman yang digunakan untuk pemeliharaan serangga lak; ranting-ranting yang terbungkus oleh sekresi serangga itu dipungut untuk diproses menjadi sirlak. Kulit kayu dan buahnya menghasilkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubut, alat rumah tangga, dan alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu, dan akarnya berkhasiat obat, terutama untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal untuk luka. Di Jawa, misalnya, kulit kayunya digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan, sedangkan di Malaysia bubur kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut.

5. Daun Bidara atau daun bidara cina
Bidara acap dipertukarkan identitasnya dengan bidara cina (Ziziphus zizyphus; sinonim Z. jujuba Miller, Z. vulgaris Lamk.).Sebutan yang sekarang ini sering kita dengar dengan panggilan Daun Bidara cina adalah karena Bidara yang terakhir ini dibudidayakan di Cina bagian utara.Dan di Indonesia orang menyebut daun bidara dengan sebutan bidara cina karena juga dalam sebuah sumber ada suatu daerah yang disitu banyak tinggal orang keturunan cina dan menanam daun bidara.Daerah tersebut pun kini dinamakan daerah Bidara cina.


       (Gambar Bunga Bidara)

Cara penggunaan daun bidara adalah :
a. Ambil daun bidara pada bilangan ganjil, paling sedikit 7 lembar daun, taruh di penggilingan/cobek dan tumbuklah hingga halus (dicampur sedikir air)
b. Setelah halus, campurkan dalam segelas air untuk diminum
c. Atau dicampur dan diaduk dalam seember air untuk buat mandi
d. Bisa juga di tambah air hujan, ambil air hujan lansung dari atas memakai wadah yang besar
e,Untuk sakit asam urat dan kolestrol, persendiaan ngilu lebih baik di tambah garam beryodium.
jangan lupa sebelum dibuat mandi atau diminun bacakan dulu ayat-ayat ruqyah. Jika dibuat untuk mandi lebih afdhol air daun bidara ditaruh di bateup dan pasien berendam selama 10 menit atau jika tidak ada pada bilasan pertama gunakan air daun bidara lalu gosok-gosok ketubuh dan diamkan selama 5 menitan lalu biilasan kedua gunakan air biasa dan sabun mandi.

(Gambar Penggunaan Daun Bidara untuk Mandi)

KHASIAT HERBAL BIDARA, 
insyaaAllah untuk:
- Mengobati penyakit akibat bakteri ataupun virus; pilek, influenza, flu babi, flu burung dan bahkan HIV/AIDS.
- Mengobati penyakit lambung; tukak lambung, maag dan bahkan kanker lambung
- Mampu mencegah dan mengobati penyakit kardiovaskuler yang sangat berbahaya
- Mampu mengobati penyakit diabetes melitus, baik tipe 1, tipe 2 ataupun diebetes gestasional, karena daun bidara mengandung glikemik yang sangat rendah.
- Daun bidara sangat berguna untuk mengobati masalah mulut, seperti sariawan, bibir pecah-pecah, gusi berdarah
- Daun bidara sangat berguna untuk mencegah dan mengobati penyakit pertumbuhan jaringan abnormal, seperti kanker, tumor, kista
- Daun bidara dengan kandungan antiseptik, maka akan sangat berguna untuk mengobati luka, baik luka baru ataupun luka yang sudah lama
- Daun bidara sangat berguna untuk memperbaiki sel-sel organ yang mengalami kerusakan, sehingga organ tersebut dapat bekerja secara maksimal
- Daun bidara yang masih muda dan segar sangat berguna untuk mengatasi masalah kewanitaan, seperti keputihan, haid tidak normal
- Kandungan mineral kalsium yang sangat tinggi pada daun bidara, maka akan sangat efektif untuk menguatkan dan merawat kesehatan tulang ataupun gigi
- Mengobati demam panas ataupun dingin, baik pada orang dewasa ataupun anak-anak balita
- Sangat efektif untuk mengatasi peradangan pada area kulit ataupun organ dalam tubuh
- Mengatasi bisul ataupun ambeien pada dubur
- Mengatasi ejakulasi dini atau lemah syahwat

     (Gambar Sabun Bidara)

Salah satu pemanfaatan daun bidara adalah dengan membuatnya menjadi sabun. InsyaaAllah akan memudahkan dalam terapi harian dan berkhasiat secara herbal. Untuk pemesanan sabun ini dapat menghubungi alamat yang tercantum pada blog ini:

Rahmat Yani, 081227527222 (WA)

Semoga di beri kesembuhan bagi yang mengalami ganguan jin.


Minggu, 10 September 2017

CARA MERUQYAH RUMAH

CARA MERUQYAH RUMAH
----------------------------------



Ruqyah rumah,toko,kebun,atau tempat-tempat lain paling baik dilakukan oleh yang punya tempat, karena ia bisa melakukannya setiap kali ada gangguan. Jadi tidak tergantung kepada orang lain(peruqyah), kecuali yang punya tempat tidak bisa membaca Alquran tidak apa-apa meminta bantuan peruqyah.Cara yang paling afdhal untuk meruqyah rumah adalah dengan membaca surah Albaqaroh Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَة.
"Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al-Baqarah".(Sahih Muslim)

Adapun cara ruqyah rumah sbb:
1. Bersihkan rumah dari patung,gambar atau lukisan makhluk bernyawa, alat-alat musik, dan semua yang bisa mendatangkan murka Allah SWT.

2. Berwudhu

3. Sediakan ember yg berisi air secukupnya sesuai dengan besar kecilnya tempat (dapat dicampurkan sedikit garam)

4. Puji-puji Allah dan membaca shalawat dengan mengucapkan:
اعوذ باالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على محمد وآله وصحبه وسلم.
استغفر الله واتوب اليه 3x
لاحول ولا قواة الا بالله 3x

5. Niatkan dalam hati agar ayat-ayat ruqyah yang akan dibaca menjadi sangat panas bagi setan-setan yang ada dalam rumah dan agar mereka pergi. Fokuskan hati dalam membaca jangan sampai mulut membaca tapi hati kita entah kemana. Kalau itu terjadi maka ruqyahnya tidak akan pernah berhasil, karena Allah tidak akan menerima do'a dari hati yang lalai. Perhatikan point ini baik-baik.

6. Masukkan tangan kedalam ember yang berisi air kemudian ucapkan:
يا معشر الجن،أناشدكم بالعهد الذي أخذه عليكم سليمان أن تخرجوا وترحلوا من بيتنا.أناشدكم الله أن تخرجوا ولا تؤذوا احدا.

Ya ma'syarol jinn unaasyidukum bil'ahdil lazdi akhozda 'alaikum Sulaiman an takhrujuu wa tarhaluu min baitina.Unaasyidukumullah an tahrujuu wa laa tu'zduu ahada.

"Wahai sekalian jin aku meminta kalian dengan janji yang telah di ambil oleh Sulaiman agar kalian keluar dan pergi dari rumah kami.Aku meminta kalian dengan nama Allah agar kalian keluar dan tidak menyakiti siapapun"

7.Lalu baca:
بسم الله، أمسينا( اصبحنا) بالله الذي ليس منه شيء ممتنع، وبعزة الله التي لا ترام ولا تضام، وبسلطان الله المنيع نحتجب، وبأسمائه الحسنى كلها عائذ من الأبالسة، ومن شر شياطين الإنس والجن، ومن كل معلن أو مسر، ومن شر ما يخرج بالليل ويكمن بالنهار، ويكمن بالليل ويخرج بالنهار، ومن شر ما خلق وذرأ وبرأ، ومن شر إبليس وجنوده، ومن شر كل دابة أنت آخذ بناصيتها، إن ربي على صراط مستقيم، أعوذ بالله بما استعاذ به موسى وعيسى وإبراهيم الذي وفّى، ومن شر ما خلق وذرأ وبرأ، ومن شر إبليس وجنوده، ومن شر ما يبغي.
Bismillahi (amsaina=waktu sore,pakai kalimat ini klau ruqyah disore hari)(ashbahna=waktu pagi, dipakai klau ruqyah di pagi hari),billahi llazdi laisa minhu syai'un mumtani' wa bi'izzatillahi llati laa turoom wa laa tudhoom,wa bisulrhonillahi lmani' nahtajib wa asmaihilhusna kulluha 'aaizdum min syarri syayaathin alins wa aljin wa syarri kulli mu'lin wa musirri wa syarri ma yakhrujuu billail wa yamkunu binnahar,wa yamkunu billaili wa yakhrujuu bin nahaari,wa min syarri ma kholaqo wa zdaroa wa baroa,wa min syarri iblis wa junuudih wa min syarri kulli dabbatin anta aakhizdun binaashiatiha,inna Rabbi 'ala syirootim mustaqiim.A'uzdu billah i bima sta'azda Musa wa Isa wa Ibrahim allazdi waffa min syarri maa kholaqo wa zdoraa wa baroa wa syarri iblis wa junuudihi wa min syarri ma yabgi.

"Dengan nama Allah kami berada di waktu sore(amsaina)/dipagi hari(ashbahna)dengan kuasa Allah yg tidak sesuatu apapun yang terhalang dari-Nya.Dengan keperkasaan Allah yang tidak bisa diingini dan tidak bisa ditolak,dengan kekuasaan Allah yang sangat kokoh,kami berlindung. .Dengan seluruh asma'ul husna,kami berlindung dari semua iblis dan dari kejahatan setan dari golongan manusia dan jin,dari kejahatan semua yang terang terangan dan yang sembunyi sembunyi,dari kejahan semua yang keluar di malam hari dan yang bersembunyi di siang hari,dari kejahatan yang bersembunyi di malam hari dan keluar di siang hari.dari kejahatan segala yang diciptakan,diadakan dan dijadikan(oleh Allah),dari kejahatan iblis dan bala tentaranya dan dari kejahatan semua yang melata yang Engkau pegang ubun-ubunnya.Sesungguhnya Rabb-ku diatas jalan yang lurus.Aku berlindung kepada Allah dari apa yg diminta oleh Musa,Isa,dan Ibrahim yang menepati janji,dari segala yang Dia ciptakan,diadakan dan di jadikan.Dari kejahatan Iblis dan tentaranya dan dari kejahatan apapun yang melampui batas".

8.  Dekatkan mulut ke ember airnya lalu baca ayat-ayat ruqyah ini.Setiap selesai  satu surah tiup airnya.Ini ayat-ayatnya:

1 Al-Fatihah: 1-7
2 Al-Baqarah: 1-5
3 Al-Baqarah : 102
4 Al-Baqarah :163-164
5 Al-Baqarah (Ayatul Kursi): 255-257
6 Al-Baqarah :285-286
7 Ali-Imran :18-19
8 Al-’Araf : 54-56
9 Al-’Araf :117-122
10 Yunus :81-82
11 Toha :69
12 Al-Mukminun : 115-118
13 As-Shoffaat : 1-10
14 Al-Ahqaaf :29-32
15 Ar-Rahman :33-36
16 Al-Hasyr :21-24
17 Al-Jin :1-9
18 Al-Ikhlas
19 Al-Falaq
20 An-Naas

9.  Setelah selesai  tutup dengan shalawat dan walhamdulillahi Rabbil'alamiin.

10.  Masukkan air ke alat semprot lalu baca bismillah dan semprotkan keseluruh sudut rumah sambil membaca ayat kursi atau surah Ash-Shaffat 1-10. Lakukan penyemprotannya keseluruh ruangan, pintu, jendela kecuali toilet.

11.  Setelah selesai boleh juga mengumandangkan azan di dalam rumah.

12.  Agar jin-jin tidak kembali lagi penghuni rumah harus selalu mengisi rumah dengan ketaatan kepada Allah. Bila penghuni rumah jauh dari Allah jin-jin itu pasti akan balik lagi.

13. Ruqyah rumah ini usahakan lakukan 7x dengan cara terus menerus.Apabila dalam meruqyah tempat, jin-jinnya melakukan teror baik dalam mimpi maupun terjaga itu hanya tipuan mereka untuk menakut-nakuti saja agar kita berhenti melakukan ruqyah.Jadi terus saja lawan dengan meneruskan ruqyahnya.Ini dilakukan terus menerus sampai gangguan hilang

Belum mantap kalau tidak disertakan videonya ..
monggo diunduh cara Ruqyah rumah bersama Master QHI Ustad Perdana Akhmad Lakoni​ silahkan klik link
http://youtu.be/_8iJx5LqYu4

Penulis:
Ust. Property Salahudin​


SOP Meruqyah rumah/Tempat usaha.

Perlu di ketahui, hasil sebuah therapy, bukan terpaku pada proses, namun dilihat pada hasil akhirnya…
Dan perlu diketahui, hasil yang baik, di dapat dari therapy yang tepat,
Adapun permasalahan sihir ini tidak sesimple membuka rumah ruqyah, laul datang dan bulak-balik rumah ruqyah, raqi yang baik menurut saya adalah yang memahami dengan mendalam permasalahan pasien dengan cara diskusi dengan tujuan diagnosa untuk membedakan gangguan non medis yg dirasakan pasien ini ada di bagian mana apakah gangguan ini disebabkan kasus AIN, SIHIR kejahatan dukun manusia, Gangguan jin murni, psikis, atau jiwa yang rusak, sehingga di temukan titik temu untuk penyelesaian sakit Bi’idznillah (dengan izin ALLAH Ta’ala)

Adapun pendapat sebagian raqi, yang mengatakan hanya meruqyah di tempat saja dan tidak mau mendatangi rumah pasien, dengan niat menjaga tawakal pasien, saya katakan itu memang baik,
Namun perlu di ketahui, setiap sakit memiliki sebab gangguan, dan hasil yang terbaik adalah dengan fokus menghilangkan sumber gangguan dengan menggempurnya habis-habisan.
Semisal gangguan di rumah, maka therapy terbaik adalah mendatangi rumahnya, ruqyah rumahnya dan tazkiyah yang tepat agar pasien bisa meruqyah rumahnya sendiri,
ini saya amalkan sebagai mana sebuah hadits :

Diantara Sumber Gangguan
(BUKHARI - 5312) : Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar telah menceritakan kepada kami Yunus dari Az Zuhri dari Salim dari Ibnu Umar radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada 'ada (keyakinan adanya penularan penyakit) tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), dan adakalanya kesialan itu terdapat pada tiga hal, yaitu; isteri, tempat tinggal dan kendaraan."

Insya ALLAH kali ini kita hanya membatasi pada pembahasan SOP Ruqyah rumah/ tempat usaha, sebagaimana sebuah amanah yang dimita saudara, sahabat kami, menanyakan hal ini pada sya tentang tahapan yg saya lakukan dalam SOP Ruqyah rumah/tempat usaha.

1. Setiap sihir selalu di hubungkan dengan buhul, bisa berupa air mantra yg di cipratkan ataw benda2 lain yg di taruh di rumah/tempat usaha tersebut ,
jika sudah jelas keberadaan buhul tersebut, maka yg perlu dilakukan adalah gempur rumahnya dengan ruqyah full, bisa dengan bacaan Al Qur’an yg di tiupkan ke arah tempat yg di curigai adanya buhul, atau dengan bacaan Al Qur’an yg di bacakan di air lalu di semprotkan.

Namun perlu diketahui, itu semua tidak berefek banyak jika memang kasusnya adalah sihir yang terus dikirimkan, jika setelah diruqyah rumah terasa aman, dapat dipastikan akan terulang lagi gangguannya jika Sumber gangguan penyebab masuknya gangguan tidak dihilangkan. Sumber gangguan dibagi beberapa macam, namun kali ini saya hanya membahas Sumber gangguan pada rumah/ tempat usaha.

Diagnosa yang saya lakukan sebagai pertanyaan SOP saya dan Sumber gangguan yang saya maksudkan pada rumah adalah:
a. Rumah
Tanda-tanda:
1. Muncul penampakan
2. Muncul binatang-binatang dengan jumlah dan cara tidak sewajarnya
3. Barang elektronik sering rusak tanpa sebab atau dengan sebab tetapi intensitasnya sering
4. Sering tindihan ketika tidur ditempat tertentu dalam rumah

Sumber ganguan dari rumah:
1. Penghuni dr bangsa jin
2. Riwayat penghuni sebelumnya
3. Riwayat pembangunan rumah

Sumber gangguan dari penghuni rumah:
Gangguan jin terjadi tidak semata-mata karena ulah jin yang bersangkutan saja tetapi juga terkait dengan si pasien sendiri:
1. Jauh dari ibadah, Ilmu kanuragan, amalan bid’ah, psikis & jiwa yang sakit.
2. Kesyirikan penghuni rumah

b. Lingkungan

i. Tempat keramat

ii. Perilaku menyimpang salah satu tetangga atau teman.
Setelah di diagnosa, apakah gangguan ini memang berasal dari rumah atau datang dari lingkungan, maka tentukan therapy dan Tazkiyah yg tepat untuk pasien,

Mengapa lingkungan saya masukkan dalam sebab gangguan :
- Karena tetangga yang berprofesi sebagai dukun, sangat berpotensi membuat jin sihirnya menguasai lingkungan tempat tinggalnya, dan anda sebagai tetangganya, yang lemah dalam tauhid dan ibadah, sangat rentan dalam gangguan jin pliharaan tetangga ini,
Maka biasanya, jika hasil diagnosa saya adalah kasus jin tetangga, dan pasien saya sangat kurang dalam dzikir dan tauhidnya, saya sarankan pindah dari rumah.
“Karna ini pernah sy alami, setelah sy meruqyah seorang bapa2, keadaan membaik, lalu kembali kerumah, maka sakitnya bertambah parah, dan di bawa ke tempat yang lain, keadaan membaik kembali.”

Ini saya amalkan dengan sebuah dalil:
(ABUDAUD - 3423) : Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Yahya telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Umar dari Ikrimah bin 'Ammar dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik ia berkata, "Seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, pernah kami berada dalam sebuah rumah, jumlah kami banyak dan harta kami juga melimpah. Ketika pidah, keluarga dan harta kami menjadi sedikit?" Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tinggalkan rumah tersebut dalam keadaan hina."

2. SOP Penanganan pasien:
Maka penanganan terbaik menurut saya adalah, :
A. Lakukan diagnosa, berupa pertanyaan-pertanyaan yang di perlukan, dalam hal diagnosa:
- Sebelum punya masalah dengan penghasilan tempat usaha, adakah permasalahan dengan seseorang?
“ dilakukan untuk menyimpulkan apakah ini kasus Ainul hasad dan di tangani dengan focus membaca ayat dengan penuh harap menghilangkan ainnya “

Semacam do’a untuk kasus ain ini :
Aisyah juga mengatakan, "Rasulullah memerintahkan padaku agar aku minta ruqyah dari pengaruh 'ain ( mata yang dengki )." ( HR. Muslim )
Dari Abu Sa'id Al-Khudhri Jibril mendatangi Nabi , lalu berkata, "Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?" Beliau menjawab, "Ya!" Kemudian Jibril ( meruqyahnya ), "Bismillahi arqika, min kulli syai'in yu'dzika, min syarri kulli nafsin au 'aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika"
( "Dengan nam Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu") ( HR. Muslim )

- Masihkah menyimpan benda2 jimat ataw pusaka? ( menghiangkan kesyirikan, suruh pasien shalat taubat dan perbanyak istighfar “Astaghfirullah wa atubu ilayh” 70 ataw 100x, lalu sebutkan dosanya 1 persatu dalam do’anya dan minta ampun kepada ALLAH dengan sungguh2, baru di ruqyah )
Dalam al-Qur’an terdapat banyak petunjuk yang menunjukkan bahawa rezeki Allah diturunkan kepada orang-orang yang sentiasa beristighfar, bertaubat dan kembali kepada Allah. Di antara petunjuk yang dimaksudkan tersebut adalah sebagaimana Nuh ‘alaihis Salam pernah berkata kepada kaumnya sebagaimana dikatakan oleh Allah dalam al-Qur’an:
“Maka aku katakan kepada mereka, “Beristighfarlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan melengkapkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai.” (Surah Nuh, 71: 10-12)

- Pernahkah mempelajari ilmu kebathinan, tenaga dalam, dan mengamalkan mantra ? (untuk tekhnik membongkar asal usul jin, ketika ruqyah sebutkan nama guru/perguruannya semisal “ kamu jin dari perguruan ….. keluarlah)

- Jika disertai sakit, maka tanyakan kapan mulai sakit, sering sakit di bagian mana, dan jam berapa biasanya sakit muncul? ( untuk deteksi keberadaan jin di tubuh )

B. Melacak Lokasi Jin di Rumah dan cara meruqyahnya
a. Setiap orang yang mengalami gangguan jin akan dapat merasakan jin disekitarnya. Termasuk dia juga bisa merasakan buhul yang ada dirumahnya.

b. Melacak jin di rumah :
i. Apakah dirumah sering sakit-sakitan, sering konflik banyak masalah dirumah, sering atau pernah terlihat jin dirumah. Jika iya maka ada jin dalam rumh yang berulah.
ii. dimana jin pernah menampakkan diri, maka di posisi itulah dia berada
iii. jika pasien susah tidur maka jin ada di kamarnya, jika pasien sering mimpi buruk,mimpi ketemu lawan jenis atau gangguan mimpi lainnya, atau hilang ‘selera’ terhadap pasangan saat tidur maka jin tersebut ada diatas tempat tidurnya.
iv. Atau lakukan hal berikut untuk mengecek gangguan apakah pasien mengalami gangguan jin dan sekaligus melacak posisi jin :
1. Minta pasien membaca surah-surah pendek untuk perlindungan tubuhnya lalu meniupkannya di kedua telapak tangannya sendiri & diusapkan seluruh tubuh
2. Silahkan menelusuri setiap sudut ruangan dimana ada perasaan yang tidak nyaman
3. Pasien akan merasakan telapak tangan kadang hingga bahu :
a. Bergetar
b. Hangat Panas
c. Berat
4. Minta pasien mengingat dibagian rumah mana saat telapak tangannya terasa sesuatu.
5. ‘rasa’ itu mengindikasikan adanya gangguan jin pada diri si pasien dan ada jin di bagian rumah yang disebutkan pasien
6. Maka setelah itu, si pasien diruqyah dan tempat yang disebutkannya disiram dengan air ruqyah.
7. Cara ini bisa digunakan untuk melacak lokasi jin dan buhul sihir
8. Tetapi cara ini kadang bisa dan tidak akurat jika tangan pasien diarahkan ke tubuh seseorang.

C. Meruqyah rumah dan tempat usaha:
a. Jika masih ada kesyirikan berupa jimat dan pemahaman yang sesta, sebaiknya jimat di hancurkan, dan syubhat pemahaman yang sesat di bantah dengan diskusi penuh ilmu oleh raqi
b. Untuk deteksi tingkat gangguan jimat, jimat bisa di pegang ataw di taruh di depan keluarga lalu di ruqyah, ini untuk melihat apkah jin di jimat tersebut sudah mengganggu salah satu anggota keluarga.
c. Raqi mulai fokus pada tempat yang terduga ada buhul atau jin berada. Bacakan Ayat-ayatnya Ayat-ayat tersebut berasal dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibn Majjah dalam Sunannya (2/1175), dari Abdurahman bin Abu Laila. Ayat-ayat tersebut adalah; Al Fatihah, Al Baqarah 1-4, 163-164, 255, 284-286, Ali Imran 18, Al A’raaf 54-56, Al Mukminun 116-118, Al Jin 3, Ash Shafaat 1-10, Al Hasyr 22-24, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nass.
d. Boleh juga dibacakan ayat-ayat ruqyah di air, lalu semprotkan keseluruh ruangan
e. Ruqyah rumah dilakukan minimal 1 hari 1 kali
f. Suruh pasien yang laki-laki sholat wajib 5 waktu di masjid, karna syetan mudah menyerang orang yang meninggalkan jama’ah,
g. Suruh pasien dzikir pagi petang rutin.
h. Suruh pasien untuk bacakan di pagi dan sore, boleh baa’da subuh dan ba’da maghrib surat Al baqarah Al Baqarah 1-4, 163-164, 255, 284-286.
Dan berdo’a kepada ALLAH Ta’ala:
“ya ALLAH yang maha gagah dan bijaksana hamba mohon lindungilah diriku, keluargaku, dan tempat tinggalku harta bendaku dari gangguan kejahatan sihir manusia dan jin “

D. Obati kegelisahan hatinya dengan herbal
Sinergi Herbal Dalam Ruqyah
(BUKHARI - 5257) : Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus bin Yazid dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha bahwa dia memerintahkan untuk menkonsumsi talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) untuk orang yang sakit dan orang yang sedih karena musibah yang menimpanya, dia juga berkata; "Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya talbinah itu dapat menyembuhkan hati yang sakit dan menghilangkan kesedihan."

Demikian yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat.
Semoga kita tidak malas dalam menuntut ilmu, dan jauh dari sifat ujub yang tidak merendahkan orang lain dalam hal ilmu dan lainnya.
(IBNUMAJAH - 3457) : Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar dan Rasyid bin Sa'id Ar Ramli keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari 'Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengobati sedangkan ia tidak tahu mengenai pengobatan, maka dia harus bertanggung jawab."

_________________ Silahkan gabung & sharring seputar ruqyah Solo di WA Group "Ruqyah Syar'iyyah Solo" Klik: http://bit.ly/Terapi_Al-Quran2
_________________
Channel Youtube:
Klik:
>> Seputar ruqyah; hukum ruqyah, ruqyah mandiri dll

Rabu, 06 September 2017

CARA MERAMU HERBAL RUQYAH


Siapkan 7 lembar daun bidara segar. Uleg sampai halus menggunakan ulegan batu. Masukkan daun ke dalam segelas air putih. Tambahkan herbal lain, gunakan sendok plastik untuk menakar:
- 3 sendok madu
- 2 sendok zaitun
- 1 sendok habbatus sauda cair
Aduk hingga tercampur.

Ruqyah herbal dengan NIAT mengharapkan bacaannya sebagai syifa (penyembuh/penawar), dengan membaca dizaharkan/dikeraskan Surah-surah dalam Al Qur'an, seperti:
- Al Fatihah, kemudian tiupkan ke herbal
- Ayat Kursi (Al Baqarah : 255), tiupkan ke herbal
- Al Ikhlas, tiupkan ke herbal
- Al Falaq, tiupkan ke herbal
- An Nass, tiupkan ke herbal

Aduk kembali, silahkan diminum dengan tangan kanan sambil mengucap "Bismillah"..
Habbatus sauda dapat ditiadakan bagi yang hamil dan madu dapat ditiadakan bagi yang diabetes.

Semoga tata cara sederhana ini dapat bermanfaat

Selasa, 05 September 2017

CARA RUQYAH MANDIRI


Tidak Ada Satupun Penyakit Yang Allah Turunkan Melainkan pasti bersamaan dengan itu Allah menurunkan Obatnya.

Selain Sebagai Sumber Petunjuk Hidup Al Quran Juga Merupakan Obat Bagi setiap Penyakit Yang ada pada Manusia , Baik Penyakit Fisik ( Medis ) ataupun Non Medis. Pengobatan Dengan Al quran Merupakann Pengobatan Ilahiyah Yang sepatutnya Kita tempuh pada Awal Pertama Penyakit datang menerpa Tubuh kita. Baik Penyakit Medis atau Non medis ( gangguan JIN ).
Pada dasarnya seseorang yang terkena gangguan jin bisa mengusir jin itu dari dalam tubuhnya secara mandiri . Atau meminta bantuan Peruqyah , bila saja ia memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan syariat.

Pada Kesempatan ini , Saya Akan berbagi Aplikatif Cara Meruqyah mandiri untuk Mengeluarkan Gangguan JIN dalam Tubuh kita sekaligus membentengi tubuh kita dari gangguan JIN / Sihir sebagai bentuk ketawakalan kita kepada Allah dan keyakinan kita kepada Nya.

Sebelum Melakukan Ruqyah Mandiri di rumah ada baiknya kita melakukan persiapan – Persiapan terlebih dahulu :

1.  Kita harus membersihkan diri dari segala dosa dengan jalan taubat. Bila ada dosa dengan sesama, maka mintalah maaf kepada orang yang anda zalimi.

2.  Bersihkan tempat tinggal, pakaian, dan diri anda dari segala hal yang berbau syirik, seperti jimat, isim, rajah dan lain-lain. Bagi anda yang pernah menuntut atau telah memiliki ilmu kebal, kebatinan, tenaga dalam metode pengisian (bukan latihan semata), maka anda harus membuang ilmu tersebut dan kembali berserah diri hanya kepada Allah SWT. begitupun bagi Anda Yang memiliki Riwayat Keturunan Orang Sakti. Saya sarankan Untuk membaca Ikrar Pemutus : Ya Allah Yaa Rohman , Yaa Rohim .. Allahumma Sholli ‘alaa Muhammad Wa’alaa Alii Muhammad  , Yaa Allah Hamba Memohon Kepada Mu JIka ada Perjanjian antara saya atau keluarga besar saya dengan sekelompok JIn dengan ini Yaa Allah Hamba Putuskan segala macam bentuk perjanjian dengan bangsa JIN itu , dan Saya tegaskan Ya Allah saya Hanya Bertawakal Kepada Engkau Yaa Robb Bukan dengan JIN , terimalah Ya Allah Sumpah saya Ini .. Walhamdulillahirobbil ‘aalamiin.

3.  Bersihkan pula tempat tinggal (rumah dan kamar) dari segala macam gambar  ( hewan dan manusia, serta patung ) Semua itu akan menghalangi masuknya malaikat Rahmat , selain berdosa pula melakukannya.

4.  Bersihkan keyakinan anda dari segala macam penyimpangan dalam akidah. Termasuk mengikuti jama’ah bid’ah yang mengamalkan ajaran-ajaran yang tidak berdasarkan sunnah. Juga mengikuti aliran ideologis yang bertentangan dengan islam, seperti komunis, liberal, pluralisme dan lain sebagainya.


MEMULAI RUQYAH MANDIRI :

1.  Tulis Seluruh dosa Yang Pernah anda Buat Pada secarik  kertas Terutama Jika anda pernah melakukan dosa Syirik kepada Allah ( Percaya Kepada Dukun atau mengadakan Ritual Kesyirikan ) , Dosa  Pernah Melakukan Wirid Wirid Overdosis , Mengisi tenaga dalam , menjalankan Ritual Kanuragan dan sebagainya. dan juga dosa – dosa beser seperti : berzina , Meminum Khomer , Durhaka kepada orang tua dan sebagainya.

2.  Ambil Wudhu dan sempurnakan Wudhu sesuai dengan Apa Yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,  dan kemudian Sholat Taubat 2 Rokaat. Selesai Sholat Ambil kertas catatan dosa dosa kita :
Dalam Posisi duduk bersila dan Kantong Plastik Keresek di depan kita , kemudian Baca satu persatu , sesali dan mohon ampun kepada Allah.
contoh : ( dosa pertama : Melakukan Wirid Ya Jabar 1. 000x  dan puasa mutih  ) Yaa Allah Dahulu saya pernah berbuat dosa ini Ya Robb Saya pernah melakukan Wirid Yaa Jabar 1.000x dan puasa mutih saya menyesal ya Allah , ternyata amaliyah yang saya lakukan adalah sarana pemanggil setan kedalam tubuh hamba. Hamba Taubat ya Allah..  baca sampai dengan dosa terakhir yang anda catat.
Kemudian dekatkan ke dua telapak tangan kemulut Jarak Kira-Kira 2 Cm , Lalu berdoa :  Yaa Allah Berikan kepada 2 Telapak tangan ini kekuatan untuk mengangkat gangguan JIN dan penyakit yang ada pada tubuh hamba  bacakan Qs. Al Fatihah di telapak tangan kemudian tiup.

3.  Selanjutnya Letakkan tangan kanan di Perut , tangan kiri di dada lalu berdoa : Yaa Allah jika ada gangguan jin atau penyakit dalam tubuh saya , saya mohon Yaa Allah kumpulkanlah semua di perut saya , Selesai berdoa bacakan Ayatul Kursyi sembari Mengusap Perut dengan Telapak tangan kanan ( Posisi Putaran berlawanan arah jarum jam ) ketika selesai Tiup dan Tarik tangan kanan  kearah tenggorokkan sampai mulut ( visualisasikan seperti menarik sesuatu dari dalam tubuh )

4.  Jika Mual Muntahkan ( efek muntah merupakan Detoksifikasi Racun / gangguan jin / Penyakit dari dalam tubuh ) baca , 3 , 5, atau 7 x … selesai Istigfar dan Tarik Nafas , hembuskan kemudian sujud syukur.

5.  Lakukan Rutin Selama 1 Minggu , 1 hari 3x , Sampai gangguan selesai. Jika sakit / gangguan masih berlanjut silahkan hubungi Peruqyah terdekat.

Atau cara lainnya dapat melakukan ruqyah mandiri seperti contoh dalam tayangan berikut ini, oleh Ust. Adam Amrullah:

Senin, 04 September 2017

DAFTAR PERUQYAH JAWA TENGAH DAN DIY

PENGURUS YAYASAN QURANIC HEALING INDONESIA
DPW JAWA TENGAH DAN DIY
Pembina:
Imron Suberi (HP: 0813.2730.2121, WA: 0852.2740.4606)
Ahmad Irfan (0815.4248.0520)

Ketua:
Agus Abdulloh (0857.1354.0030)

Sekretaris:
Baskoro Tri Atmojo (0821.3794.0140)

Bendahara:
Rahmat Yani Zulkifli Tanjung (0812.2752.7222)

Humas:
Mufti Hasanudin Ruqyah Bekam Gurah Ambarawa 0857.4095.5410, 085786229622 (WA)
Khoirul Imam 0896.7209.9244

Diklat:
Ridhoni Abu Fatchi (0857.2577.4756)
Mujiman (0813.9272.9903)

ALAMAT DPD se-JAWA TENGAH DAN DIY
1. MARKAZ DPW JATENG DAN DIY
AGUS ABDULLOH
Jl. Sukarno Hatta, Tidar Sawe Rt.3 Rw.2 (selatan SMP Negeri 12)
Kota Magelang
HP. 0857.1354.0030

2. DPD SEMARANG
AHMAD IRFAN
Jl. Parang kembang V no. 5 Tlogosari Semarang, belakang masjid Nurul Huda / belakang bank BTN Tlogosari
HP. 0815.4248.0520

BASKORO TRI ATMOJO
Perumnas Bumi Tlogosari
Jl. Bledak Anggur 6 No. 9, Semarang
HP. 0821.3794.0140


3. DPD BANJARNEGARA
IMRON SUBERI
Perumahan Rejasa Indah no 12 Rt 3 Rw 4
Kelurahan Rejasa Banjarnegara. Kode pos 53482
HP. 0813.2730.2121,
WA. 0852.2740.4606

4. DPD BATANG
BUDI ANTONI
RT. 1 RW.5, Proyonangan Tengah, Batang
HP. 0813.2919.7693

KHOIRUL IMAM
Ruqyah Syar'iyah Cahaya Qur'an QHI Batang
Hub:089672099244
Alamat:
Rumah Tahfidz "CAHAYA QUR'AN"
Jl. Dr. Wahidin Perum Griya Berlian Permai Blok D/21
(Belakang RSUD Kalisari- Batang- Jateng)

5. DPD AMBARAWA
MUCHTI HASANUDIN
Siroto 5/2 Kebondalem, Jambu, Ambarawa, Kabupaten Semarang
HP. 0857.4095.5410, WA. 0882.1563.0225

6. DPD MAGELANG
Klinik Bekam Ruqyah Centre Magelang
“QURANIC HEALING TECHNOLOGY”
Jl. Sukarno Hatta, Tidar Sawe Rt.3 Rw.2 (selatan SMP Negeri 12)
Kota Magelang
HP. 081.6296.037 (Telp./Sms/Wa)
Alek Rusmono Al Faruq
HP. 0878.3928.6006
Eko Abu Hanif
HP. 0857.2529.8852

7. DPD KUDUS
AHMAD AHID
Bakalankrapyak RT. 06 RW. 04 Kaliwungu Kudus
Telp/WA 081575096065

MUHAMMAD SUKOTJO
Rmh Sehat EL-IMAN d/a Kompleks Masjid Istiqlal Krapyak,
Jl. KH Ahmad Dahlan no.1 Kerjasan, Kudus (sebelah selatan makam Krapyak, Polytron)
WA: +6285286585811

ALI MUSTHOFA
Muhammadiyah Boarding School Kudus
Jl. KHR Asnawi, Kudus
Telp / WA +6285225363303

8. DPD BANTUL
RIDHONI ABU FATCHI
Markaz Ruqyah Syar'iyyah (MARS).
Ngentak Mangir, Wijirejo, Pandak, Bantul, Jogja.
Telp/Wa:085725774756.
Google Maps: Markaz Ruqyah Syar'iyyah

SUGIYONO
Pondok Pesantren Mhasiswa
STIKES SURYA GLOBAL
Jl. Ring Road Selatn
Blado, Potorono, Banguntapan Bantul
0819.1552.7116

MUJIMAN 0813.9272.9903
HARYONO Hary Zpi 0815.7894.4258

9. DPD YOGYAKARTA
Gunawan Abu Fawwaz QhiJogja
Kembang Basen Rt.13 Rw.04 No.242 C
Yogyakarta
HP. 0857.2916.1862, 0852.1895.2103

10. DPD SOLO KLATEN
RAHMAT YANI ZULKIFLI TANJUNG
Dukuh Boto, Desa Boto, No.463, RT.1/RW.5, Kecamatan Wonosari, Delanggu.
HP/WA. 0812.2752.7222

11. DPD TEMANGGUNG
MUHLASIN Mas Lasin Bekam
Perum Griya Santana, Campur Sari,
Jl. Bulu-Temanggung
HP. 0822.2610.4003

12. DPD PEKALONGAN
UST. JAUHAR
WA. 082220119733
Bligorejo Gg 1 kec. Doro
PEKALONGAN

13. DPD REMBANG
AKHMAD RIFA'I
Desa Sulang RT 1 RW 4 Kec.Sulang Kab.Rembang Jateng.
Telp/WA. 085226207433
Fb. Griya Sehat Ar-Rifai

CATATAN:
- Yang belum tercantum dalam daftar ataupun ingin bergabung dalam Harakah QHI DPW Jateng DIY harap menghubungi Sekretaris: Ust Baskoro Tri Atmojo
- Setiap DPD harus mengikuti tata tertib yang telh ditetapkan oleh DPP dan DPW
- DPD yang tidak mengikuti tata tertib akan dibekukan sementara dan dicoret dari Daftar Praktisi Ruqyah




BUAH-BUAHAN DALAM AL QUR'AN DAN HADITS

Berikut beberapa buah-buahan yang tercantum dalam Al Qur'an dan Hadits



1. Anggur
Dan dari buah kurma dan anggur, kamu jadikan minuman yang memabukkan dan rezki yang banyak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan (An Nahl: 67)

Nabi Muhammad biasa menyimpan anggur yang sudah dikeringkan yang direndam dalam air. Beliau meminumnya pada hari itu juga atau pada keesokan harinya atau kadang-kadang hari berikutnya lagi (HR Abu Dawud)



2. Delima
Dan Dia-lah yang menjadikan kebun berjunjung dan tidak berjunjung, kebun kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang sama (bentuk dan warnanya) dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) jika berbuah dan tunaikanlah haknya dari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya). Dan janganlah kamu berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menukai orang –orang yang berlebihan (Al An’am: 141)


3. Jeruk
Nabi Muhammad bersabda: “mukmin sejati yang membaca Al Qur’an bagaikan buah jeruk yang memiliki rasa yang enak dan aroma yang harum (HR Bukhari dan Muslim




4. Kurma
Dan (kami jadikan) pohon –pohon kurma, keadaannya panjang-panjang. Ia mmeiliki malai yang bertumpuk-tumpuk (Qaf: 10)

Dan bumi itu Dia hamparkan untuk makhluk. Padanya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak-kelopak mayang (Ar Rahman:11)

Nabi Muhaamad berkata kepada Aisyah: “ Wahai Aisyah, rumah yang tiada kurma di dalamna adalah kelaparan bagi penghuninya (HR Muslim)



5. Labu
Nabi Muhammad bersabda: “biarkanlah mereka memakan labu, karena labu meragsang akal dan otak (HR Muslim).

Saya (Anas Bin Malik) melihat nabi mencari potongan labu dari setiap sisi piring. Sejak saat itu saya mulai menyukai labu (HR Tirmidzi)



6. Mentimun
Dan ingatlah ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bias tahan dengan satu macam makanan saja, sebab itu, mohonkanlah untu kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan kepada kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur mayurnya, mentimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.. (Al Baqarah: 61)

Nabi Muhammad menyukai mentimun (HR Tirmidzi)
Saya melihat Nabi Muhammad mengkonsumsi mentimun dan kurma segar (HR Muslim dan Tirmidzi)


7. Pisang
Dan pohon-pohon pisang yang bersusun-susun buahnya (Al Waqiah:29)




8. Semangka
Diantara buah-buahan yang disukai Nabi Muhammad adalah anggur dan semangka (HR Abu Dawud)
Saya melihat Rasulullah memakan semangka dan kurma (HR Tirmidzi)



9. Tin
Demi tin dan zaitun, dan bukit Sinai dan negeri yang aman, sungguh kami teah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (At-Tin: 1-4).



10. Zaitun
Dari pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan (Al Mu’minuun: 20)

Rasulullah bersabda: “ambillah minyak zaitun dan balurlah pada tubuh. Ia suci dan diberkahi (HR Tirmidzi)